"Tanah ini sudah terlalu basah untuk ditambah dengan air mata"
Kata-kata Marwan pada awal film sudah cukup membuatku yakin bahwa ini adalah film bagus. Benar saja. 9 naga adalah kisah 3 orang anak manusia yang karena kejadian di masa lalunya, memilih untuk menjadi pembunuh bayaran di sebuah kawasan di Jakarta.
Adalah Marwan, seorang suami beranak satu, Donny, seorang kakak dari seorang adik dan Lenny yang tidak jelas asal-usulnya. Ketiganya dipertemukan dalam sebuah perkelahian dengan seorang preman yang mengganggu orang-orang. Perkelahian berakhir dengan terbunuhnya si preman. "Bahwa dengan darah, kita bisa menghasilkan uang" demikian kenang Donny kepada adiknya. Dari sana mulailah ketiga memilih jalan hidup sebagai pembunuh bayaran.
Setiap pilihan, pastilah mengandung konsekuensi. Itulah yang harus ditanggung oleh ketiganya tatkala mendapati peristiwa-peristiwa yang membuat ketiganya tidak bisa lagi bertolak dan mundur dari jalan semula. Donny, karena kebutuhannya akan biaya sekolah adiknya, terpaksa melakukan 'Job' lagi meskipun ia sudah mengambil 'cuti' disitulah ia terbunuh di tangan Marwan sendiri yang menyangkanya sebagai polisi.
Kejadian itu membuat Marwan merasa sangat terpukul dan menyesal. Mulailah ia merasa bahwa pilihan dan jalan yang diambilnya salah. ia ingin memperbaiki diri. Namun apa hendak dikata, sudah tidak ada titik balik. Demi membelikan Rumah baru kpd istrinya yang lumpuh yang sangat dicintai, Marwan membunuh 'bos'nya sendiri dan mengambil uangnya.
Tidak ada jalan untuk kembali, tidak ada jalan untuk lari. Setiap pilihan akan melahirkan konsekuensi. Marwan gugur tanpa bisa melihat kebahagiaan istri dan anaknya menempati rumah baru yang layak huni. Lenny kehilangan dua 'saudara'nya.
"Tanah ini sudah terlalu basah untuk ditambah dengan air mata" Ya. Tidak perlu menambah dengan air mata. Penyesalan tiada guna. 9 Naga adalah kisah tentang bagaimana menjalani pilihan-pilihan hidupnya. Sekali memilih, tidak akan pernah ada jalan kembali.
"Sebuah film yang akan membawa kita pada sebuah kesadaran bahwa segelap-gelapnya kehidupan seseorang, dia tetap seorang manusia biasa yang mempunyai rasa penyesalan, cinta dan keinginan untuk memperbaiki diri" -Lukman Sardi (Marwan)
"Film yang bercerita bahwa dalam hidup setiap orang harus memilih dan menjalani hidup dalam pilihannya" -Donny Alamsyah (Donny)
"Film yang menyadarkan kita bahwa uang bukan segala-galanya, tetapi peranan keluarga lah yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari kita. Film ini dengan jelas menunjukkannya.." -MArcel Anthony (Adik Donny)